OKU Timur - okuraya.info
Sudah lebih dari satu minggu masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengalami kelangkaan BBM yang hingga kini masih belum sepenuhnya teratasi.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di berbagai wilayah, khususnya di kawasan Belitang dan sekitarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ratusan meter. Warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian masyarakat memilih datang sejak pagi hari karena khawatir stok BBM cepat habis.
Tidak hanya di SPBU resmi, antrean panjang juga terlihat di sejumlah POM Mini dan penjual BBM eceran.
Tingginya permintaan di tengah terbatasnya pasokan membuat BBM semakin sulit ditemukan. Di wilayah Belitang, harga Pertalite eceran bahkan dilaporkan mencapai Rp20.000 per liter. Meski dijual dengan harga tinggi, BBM eceran tersebut tetap sulit dicari karena stok yang terbatas dan cepat habis dibeli masyarakat.
Salah satu warga yang mengantri Pertalite eceran berkomentar pada okuraya.info "ya apa boleh buat pak, dari pada ndak bisa kemana-mana" ujarnya dengan nada pasrah sambil mengelengkan kepala.
Kelangkaan BBM ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian warga. Para pengendara, petani, pelaku usaha kecil, hingga sopir angkutan mengaku kesulitan menjalankan aktivitas seperti biasa akibat sulitnya memperoleh bahan bakar.
Banyak warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan distribusi BBM agar kondisi dapat kembali normal.
Masyarakat berharap kelangkaan BBM di wilayah Ogan Komering Ulu Timur segera teratasi sehingga aktivitas sehari-hari tidak lagi terganggu dan harga BBM eceran kembali stabil seperti biasanya.(aTa)