Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

IMG-20251206-WA0033(1)

Iklan

Tag Terpopuler

Kantin Sekolah Disiapkan Jadi Dapur MBG

Rabu, 10 Juni 2026 | Juni 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T06:45:10Z
JAKARTA – okuraya.info
Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan skema baru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah memanfaatkan kantin sekolah sebagai dapur penyedia makanan bergizi bagi siswa.

Menurut Nanik, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan program MBG, terutama di daerah yang memiliki jumlah siswa relatif sedikit sehingga tidak memungkinkan pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

“Kalau di daerah terpencil jumlah muridnya hanya sekitar seratus orang, tentu kurang efisien jika harus membangun dapur baru. Apabila di sekolah sudah tersedia kantin yang layak, maka kantin itu bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan makanan bergizi bagi siswa,” ujar Nanik usai pelantikannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ia mencontohkan pengalamannya saat mengunjungi sebuah pulau di wilayah Lombok Barat yang hanya memiliki sekitar 119 siswa. 
Dalam kondisi seperti itu, keberadaan kantin sekolah dinilai lebih efektif untuk mendukung program MBG dibandingkan membangun fasilitas dapur baru.
Selain kantin sekolah, BGN juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, baik milik negara maupun swasta. 

Fasilitas dapur umum yang telah dibangun perusahaan di daerah terpencil dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi para pelajar.

Nanik mencontohkan keberadaan dapur umum hasil program CSR PT Pertamina (Persero) di wilayah Raja Ampat yang dapat dijadikan alternatif pelaksanaan MBG. 
Dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, pemerintah dapat menekan biaya pembangunan infrastruktur baru di daerah 3T.

Menurutnya, strategi ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan program MBG terhadap pembiayaan dari APBN. 

BGN akan mendorong keterlibatan dunia usaha melalui dana CSR, hibah, maupun dukungan investor yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami mencari berbagai alternatif agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa harus selalu membangun dapur baru. Dukungan CSR BUMN, perusahaan swasta, hingga kemungkinan hibah dapat menjadi solusi untuk memperluas jangkauan program di wilayah 3T,” kata Nanik.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan Program Makan Bergizi Gratis hingga ke pelosok Indonesia, sekaligus memastikan para siswa di daerah terpencil tetap mendapatkan akses makanan bergizi yang layak dan berkelanjutan.
@Erw_team

Kantin Sekolah Disiapkan Jadi Dapur MBG

JAKARTA – okuraya.info Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan skema baru pelaksanaan Program Makan Be...

×
Berita Terbaru Update