Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

IMG-20251206-WA0033(1)

Iklan

Tag Terpopuler

Bunda Literasi OKU Timur hadiri Festival Literasi Sumatera Selatan Tahun 2026

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-06T13:23:23Z
OKU Timur - okuraya.info
Di tengah derasnya arus informasi digital dan budaya serba instan, penguatan budaya membaca menjadi semakin penting. Bukan hanya agar masyarakat gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, menyaring, dan menggunakan informasi secara tepat.

Hal itu menjadi perhatian Bunda Literasi Kabupaten OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., saat menghadiri Festival Literasi Sumatera Selatan Tahun 2026 di The Sultan Convention Center Palembang, Sabtu, 05 September 2026.

Festival yang dibuka Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, didampingi Bunda Literasi Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia Herman Deru, mengusung tema “Literasi Mengakar, Peradaban Sumsel Bersinar”.

Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru mengapresiasi peran para insan literasi di Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa literasi merupakan fondasi penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi dengan tepat, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan dr. Ratu Tenny Leriva HD menyoroti tantangan literasi yang semakin kompleks di era digital. Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga harus mampu menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

Merespons tantangan tersebut, dr. Sheila menegaskan bahwa gerakan literasi harus diperluas hingga ke lingkungan paling dekat dengan masyarakat, yakni keluarga dan desa.

Sebagai Bunda Literasi, menumbuhkan minat baca menjadi suatu gerakan yang harus terus diperluas hingga ke elemen terkecil yaitu keluarga.” ujar dr. Sheila

Menurutnya, penguatan literasi di desa tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang baca. Fasilitas yang sudah ada perlu dikembangkan agar semakin hidup dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satu upaya yang terus didorong di OKU Timur adalah mengembangkan Pojok Baca Desa menjadi Perpustakaan Desa.

Kita terus menggaungkan untuk mengembangkan Pojok Baca Desa menjadi Perpustakaan Desa. Tentu ini tidak bisa dilakukan hanya satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak yang terkait,” pungkasnya.

Ia berharap penguatan tersebut dapat membantu membiasakan masyarakat membaca sekaligus membangun kemampuan untuk menyaring informasi yang diterima dari berbagai sumber.

Upaya tersebut diperkuat melalui sejumlah inovasi literasi yang telah dikembangkan di OKU Timur, di antaranya SEHATI SEPUSTAKA (Sekolah Hebat Untuk Literasi, Satu Sekolah Satu Perpustakaan), GERBANG LITERASI DESA (Gerakan Pengembangan Pojok Baca Menjadi Perpustakaan Desa), GERISA (Gerakan Literasi Untuk Semua), PELITA KELUARGA (Penguatan Literasi Keluarga), serta LITERASI UNTUK SEMUA.

Komitmen tersebut turut terlihat dari capaian Perpustakaan Desa Sidomakmur, Kecamatan Belitang, yang berhasil masuk Terbaik 5 atau Juara Harapan II Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan tingkat Sumatera Selatan.

Festival Literasi Sumsel 2026 juga menghadirkan pameran literasi dari 17 kabupaten/kota, pameran buku berbagai penerbit, serta pameran naskah kuno dan buku langka Sumatera Selatan dan koleksi filateli.

Bagi OKU Timur, penguatan literasi diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari keluarga, berkembang di desa, dan semakin kuat melalui kolaborasi berbagai pihak.

Sebab ketika kemampuan membaca tumbuh, kemampuan memahami dan menyaring informasi pun ikut menguat. (aTa)

Sumber : Diskominfo OKU Timur

Bunda Literasi OKU Timur hadiri Festival Literasi Sumatera Selatan Tahun 2026

OKU Timur - okuraya.info Di tengah derasnya arus informasi digital dan budaya serba instan, penguatan budaya membaca menjadi se...

×
Berita Terbaru Update