Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

IMG-20251206-WA0033(1)

Iklan

Tag Terpopuler

H.Herman deru di dampingi UAS resmikan Tugu Air Mancur Palembang

Senin, 16 Maret 2026 | Maret 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-16T04:16:55Z
Palembang - okuraya.info
Herman Deru didampingi Ustadz abdul Somad (UAS) resmikan wajah baru Tugu Air Mancur Palembang di kawasan Bundaran Air Mancur Palembang, Minggu (15/3/2026).

Revitalisasi kawasan yang berada di titik nol kilometer Kota Palembang tersebut mendapat dukungan bantuan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Peresmian itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, ulama kondang Abdul Somad, serta unsur Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pembangunan Bundaran Air Mancur Palembang Darussalam tidak sekadar menghadirkan infrastruktur kota, tetapi juga menjadi simbol peradaban, identitas, dan spiritualitas masyarakat Palembang.

Menurutnya, bundaran tersebut dirancang dengan desain utama berbentuk bunga cempako telok yang memiliki makna mendalam dalam budaya Melayu Palembang.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang dalam memperindah kawasan Air Mancur Palembang Darussalam yang selama ini menjadi salah satu penanda penting Kota Palembang.

Menurut Herman Deru, kawasan air mancur memiliki nilai sejarah dan emosional bagi masyarakat. Sejak lama lokasi tersebut menjadi titik penanda yang mudah dikenali oleh warga lokal maupun tamu dari luar daerah bahkan mancanegara.

“Sebagai orang Palembang, sejak lahir kita sudah mengenal tempat ini sebagai penanda kota. Jika ada saudara dari luar daerah datang, patokannya selalu Air Mancur Palembang dengan titik nol kilometer serta Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I yang menjadi kebanggaan kita,” ujarnya.
Ia menilai langkah Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama Wakil Wali Kota Prima Salam dalam merencanakan serta memperindah kawasan tersebut merupakan ide kreatif yang patut didukung.

Sebagai Gubernur, Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan dan penataan kawasan tersebut, termasuk melalui bantuan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Pemprov Sumsel untuk merealisasikan revitalisasi Bundaran Air Mancur.

“Alhamdulillah malam ini menjadi kenyataan. Air mancur ini sangat spesifik dengan berbagai penanda yang akan menjadi prasasti bagi langkah baik kita dalam memperindah kota,” kata Herman Deru.

Ia juga menjelaskan salah satu ornamen utama pada monumen tersebut menampilkan simbol lafaz Muhammad sebagai lambang penghormatan dan kecintaan masyarakat Palembang kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain memiliki nilai filosofis, kawasan air mancur tersebut juga menyimpan banyak kenangan bagi masyarakat Palembang. 
Sejak dahulu lokasi tersebut kerap menjadi ruang pertemuan masyarakat, termasuk bagi generasi muda untuk menjalin perkenalan dan persahabatan.
Herman Deru berharap penataan kawasan ini tidak hanya memperindah wajah kota secara fisik, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam membangun mental dan spiritual yang lebih baik.

“Mudah-mudahan pembenahan ini tidak hanya secara fisik, tetapi juga menjadi semangat untuk membangun mental spiritual masyarakat agar menjadi warga Palembang yang lebih baik,” ujarnya.

Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang difokuskan pada peningkatan estetika kawasan titik nol kilometer dengan konsep modern namun tetap mempertahankan identitas ikoniknya sebagai landmark kota.
Proyek tersebut meliputi perbaikan struktur air mancur utama, penataan lanskap di sekitar bundaran, serta peningkatan sistem pencahayaan untuk menciptakan tampilan kawasan yang lebih indah, terutama pada malam hari.

Air mancur utama juga didesain ulang dengan ukuran lebih besar sehingga dapat menampilkan semburan air menari yang menjulang tinggi di bagian tengah bundaran.

Selain itu, kawasan di sekitar bundaran turut ditata kembali melalui penataan taman, lanskap, serta trotoar agar lebih rapi, nyaman, dan estetis bagi masyarakat.
#Rey_team

Penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 menurut Muhammadiyah, NU, BRIN dan BMKG berbeda

OKU Timur - okuraya.info Memasuki penghujung bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, umat Islam di Indonesia mul...

×
Berita Terbaru Update