OKU Timur - okuraya.info
hingga Sabtu, 10 Januari 2026 pukul 17.00 WIB terus melakukan pemantauan dan penanganan bencana banjir bandang, banjir genangan, serta banjir luapan sungai akibat curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang terjadi sejak Kamis, 8 Januari 2026 di wilayah OKU Timur dan daerah sekitar.
Berdasarkan laporan terkini, sekolah-sekolah yang sebelumnya terdampak banjir telah dinyatakan kering dan dapat kembali digunakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 pukul 16.00 WIB, sebagaimana disampaikan oleh Dinas Pendidikan.
Di Kecamatan Belitang III, kondisi banjir telah sepenuhnya surut, masyarakat kembali ke rumah masing-masing, dan akses jalan sudah kembali normal (Sumber: Kecamatan Belitang III).
Sementara itu, Kecamatan Belitang Mulya masih mengalami genangan di 126 rumah/KK yang tersebar di 5 desa. Desa Purwodadi hingga saat ini masih tergenang cukup tinggi karena berada di dekat Sungai Rengas, sedangkan Desa Sukoharjo, Tulung Sari, Ulak Buntar, dan Rejosari menunjukkan kondisi berangsur surut dengan ketinggian air sekitar 30 cm (Sumber: Kecamatan Belitang Mulya).
Di Kecamatan Belitang II, jumlah warga terdampak mengalami peningkatan dari 871 KK menjadi 1.108 KK yang tersebar di 9 desa.
Banjir di Desa Raman Jaya dan Desa Batu Mas telah surut, sementara 7 desa lainnya masih tergenang air.
Pada pukul 15.50 WIB, Wakil Bupati OKU Timur bersama Kapolres OKU Timur turun langsung meninjau lokasi banjir di wilayah ini (Sumber: Kecamatan Belitang II).
Bencana banjir tercatat melanda sejumlah kecamatan, dengan total 2.624 rumah/KK terdampak, meliputi:
1. Kecamatan Belitang III: 101 KK (Desa Nusa Jaya, Nusa Bali, Nusa Tenggara, Senumarga, Karangsari, Ringinsari).
2. Kecamatan Belitang II: 1.108 KK di 9 desa (Tegal Besar, Tanjung Kemuning, Bangun Rejo, Sumber Makmur, Kemuning Jaya, Kali Rejo, Raman Jaya, Batu Mas, Sumber Harapan).
3. Kecamatan Semendawai Suku III: 1.037 KK di 9 desa.
4. Kecamatan Belitang Mulya: 126 KK di 5 desa.
5. Kecamatan Belitang: 21 KK (Desa Tegal Rejo).
6. Kecamatan Semendawai Timur: Desa Melati Jaya, Karang Melati, Karang Menjangan, dan Karang Anyar.
Selain permukiman, fasilitas kesehatan turut terdampak, antara lain Puskesmas Totorejo, Puskesmas Bangsa Negara, serta beberapa Poskesdes di wilayah Taraman dan sekitarnya.
Hujan lebat berkepanjangan pada 8 Januari 2026 memicu banjir bandang kiriman dan luapan sungai, seperti Sungai Muara Balak, Sungai Macak, dan sejumlah anak sungai, yang menggenangi permukiman warga, lahan pertanian, peternakan, serta persawahan.
Total korban terdampak tercatat 2.624 KK, dengan sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat terdekat dan balai desa.
Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan kajian cepat, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk evakuasi dan pendataan, serta menyalurkan berbagai bantuan logistik, di antaranya:
1. Bantuan 500 paket sembako dari Gubernur Sumatera Selatan.
2. Bantuan 100 paket sembako dari Bupati OKU Timur.
Bantuan dari Kementerian Sosial Provinsi Sumatera Selatan berupa makanan siap saji, lauk pauk, makanan anak, perlengkapan anak dan keluarga, kasur, tenda, serta selimut yang didistribusikan ke 6 kecamatan terdampak.
Pengerahan mobil dapur umum dan pendirian posko kesehatan di wilayah terdampak.
Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BPBD setempat.
#aTa