Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Strategi Besar OKU Timur di Balik Pemecahan Tiga Rekor MURI

Rabu, 29 Oktober 2025 | Oktober 29, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-28T23:34:02Z
OKU TIMUR —  okuraya.info
Di tengah semarak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mencuri perhatian publik nasional. Kabupaten yang mengusung semboyan “Sebiduk Sehaluan” ini sukses menorehkan sejarah dengan menargetkan sekaligus tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni:

1. Peserta Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Guru Terbanyak se-Indonesia,

2. Kabupaten dengan Satgas Penanganan Tindak Kekerasan Terbanyak, dan

3. Kabupaten dengan Klub Drum Band Terbanyak di Indonesia.


Dua di antara tiga rekor tersebut—yakni UKBI Guru Terbanyak dan Satgas Penanganan Tindak Kekerasan Terbanyak—telah resmi tercatat oleh MURI pada tanggal 28 Oktober 2025. Pihak MURI, yang diwakili Awan Raharjo, Direktur Pemasaran Museum Rekor Dunia Indonesia, hadir langsung untuk menyaksikan dan memverifikasi pencapaian spektakuler tersebut.
Di balik euforia dan gegap gempita pemecahan rekor, tersimpan strategi besar dan kerja senyap yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur. Berdasarkan hasil penelusuran, rencana ini telah disusun sejak awal tahun 2024, sebagai bagian dari agenda strategis penguatan ekosistem pendidikan daerah yang berorientasi pada mutu, perlindungan peserta didik, serta pembentukan karakter kebangsaan.

Program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara massal bagi guru tidak muncul secara tiba-tiba. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, lebih dari 1.000 guru di seluruh kecamatan mengikuti tes ini, baik secara daring maupun luring. Tujuannya bukan semata mengejar predikat rekor, melainkan meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia para guru sebagai alat utama dalam pembelajaran, komunikasi publik, dan penguatan karakter nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., selaku penggagas utama program ini, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan di daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa guru-guru di OKU Timur memiliki kompetensi yang sejajar dengan daerah-daerah maju di Indonesia. Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa, dan melalui UKBI ini kami menegakkan martabat itu dengan kerja nyata dan bukti data,” ujarnya.
Sementara itu, rekor kedua—yakni pembentukan Satgas Penanganan Tindak Kekerasan Terbanyak—lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta pihak kecamatan, OKU Timur berhasil membentuk lebih dari 500 Satgas aktif di berbagai jenjang pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan OKU Timur, Dodi Purnama, S.T., M.M., menyebut langkah ini sebagai gerakan sosial yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin lagi mendengar ada anak menjadi korban tanpa perlindungan. Satgas ini dibentuk bukan untuk formalitas, tapi menjadi garda terdepan bagi sekolah yang berani melapor, bertindak, dan menyembuhkan. Di sinilah nilai kemanusiaan dalam pendidikan diuji,” tegasnya.

Sementara itu, target rekor ketiga—Kabupaten dengan Klub Drum Band Terbanyak di Indonesia—saat ini tengah menunggu verifikasi final dari pihak MURI dan dijadwalkan akan diumumkan pada 30 Oktober 2025 dalam puncak perayaan di Aula SMA Negeri 1 Belitang.
Data sementara menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 180 klub drum band aktif di berbagai sekolah di OKU Timur—angka yang luar biasa untuk skala kabupaten.

Menurut Dodi Purnama, drum band bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan simbol semangat kolektif dan kedisiplinan generasi muda.

“Drum band mengajarkan kekompakan, disiplin, dan rasa bangga terhadap sekolah. Kami ingin generasi muda OKU Timur tumbuh dengan ritme perjuangan yang harmonis—antara otak, hati, dan tangan,” ungkapnya.

Pemilihan tanggal 28 Oktober, yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda sekaligus Hari Bahasa dan Sastra Indonesia, bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut dipilih sebagai momentum simbolik ketika semangat kebangsaan dipadukan dengan capaian pendidikan.

Dalam catatan MURI, sangat jarang ada satu daerah yang mampu menorehkan tiga rekor nasional dalam satu momentum peringatan nasional.

Awan Raharjo dari MURI menegaskan bahwa capaian ini merupakan fenomena unik dalam sejarah pencatatan rekor di Indonesia.

“Biasanya kami mencatat satu rekor untuk satu kegiatan. Namun, OKU Timur berhasil menembus tiga kategori berbeda dalam satu rangkaian momentum dengan partisipasi massal dan komitmen kelembagaan yang luar biasa,” tuturnya.

Bagi banyak daerah, pemecahan rekor MURI sering dianggap sekadar simbolis. Namun, di OKU Timur, pencapaian ini menjadi bagian dari strategi pembangunan pendidikan yang terukur. Ketiga kategori rekor mencerminkan tiga pilar utama pengembangan pendidikan daerah:

1. Peningkatan kompetensi guru melalui UKBI,
2. Perlindungan peserta didik melalui Satgas Anti-Kekerasan, dan
3. Membentuk fondasi baru pendidikan di OKU Timur—sebuah pesan kuat bahwa reformasi pendidikan tidak hanya terjadi di ruang rapat, melainkan juga di lapangan, di sekolah, dan di hati para pelaku pendidikan.
Puncak penyerahan tiga piagam Rekor MURI dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2025 di Aula SMA Negeri 1 Belitang. Acara ini akan menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi dunia pendidikan OKU Timur—sebuah kabupaten yang membuktikan bahwa meski kecil, memiliki mimpi besar dan komitmen kuat untuk menginspirasi Indonesia.
#aTa
#rilisdisdikbudokut

Rapat Petugas Pemakaman Desa Rantau Jaya, membahas iuran dan pengelolaan lahan wakaf.

OKU Timur – okuraya.info Pemerintah Desa Rantau Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, menggelar Rapat Petugas Pemakaman (Pakam) ...

×
Berita Terbaru Update